PEMBELAJARAN KONSUMEN
Perilaku konsumen hadir dari hasil asosiasi rangsangan primer dengan rangsangan sekunder. Perilaku konsumen pun sebagai fungsi dari tindakan dan evaluasi kepuasan yang diterimanya. Daripada behavioris ini mengimplikasikan produk sudah semestinya bermutu, promosi tidak menipu dan harus berisi informasi manfaat atau nilai konsumsi. Konsumen diberikan pelajaran bahwa memang benar produk dan atau perusahaan kita adalah cocok berdasarkan pengalamannya sendiri. Ini berarti, dalam penjualan produk kita sebagai pemasar memberikan terlebih dahulu sedemikian rupa untuk dicoba.
Lain behaviorisme lain juga kognitif. Beralaskan kognitif, konsumen berperilaku untuk memecahkan masalah yang dimilikinya. Oleh karena timbul kebutuhan dan keinginan maka tampak proses pemecahan masalah. Berbagai informasi mereka cari, kumpulkan, dan kemudian dievaluasi secara pribadi. Semarak dan gebyar lomba promosi pun semestinya tajam dan mampu menyebar luas menghapus jarak. Konsumen diberikan fasilitas informasi yang mudah di dapat untuk belajar.
Tepat, dipahami terdapat relevansi antara behaviorisme dengan kognitif. Konsumen diberikan pelajaran dengan cara memberikan informasi dan atau pengalaman. Yang mampu melakukan keduanya sudah tentu merupakan keunggulan dan belum tentu karena setiap produk berkarakteristik tertentu sehingga hanya efektif dan efisien dengan menjalankan salah satunya saja.
Senin, 12 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar